senyum syukur

anyone can write

Beberapa Dimensi Kepemimpinan

Leave a comment

Ada banyak dimensi yang melekat dalam sebuah kepemimpinan. Diantara dari banyak dimensi itu misal diantaranya ialah kepemimpinan sebagai rahmat, amanah, panggilan, aktualisasi, ibadah, seni, kehormatan, pelayanan, dan lain-lain. Untuk lebih memperkaya pandangan kita tentang masing-masing dimensi tersebut ada baiknya penulis mencoba menguraikannya selintas.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI RAHMAT mengindikasikan bahwa seorang pemimpin harus bisa memberi kemanfaatan buat orang-orang yang ada di sekitarnya. Rahmat adalah kosa kata yang populer kita dengar karena selalu tersanding dengan kata-kata rahmatan lil’alamin. Dengan demikian maka pemimpin haruslah bisa menjadi manfaat dan kebaikan buat orang-orang lain, terutama mereka yang dipimpinnya.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI AMANAH mengindikasikan bahwa tugas kepemimpinan ialah tugas yang membutuhkan adanya kejujuran dari diri seorang pemimpin. Namun amanah bukan hanya terdiri dari komponen kejujuran dan dapat dipercaya saja, melainkan juga termasuk komponen keterampilan, kemampuan, skill, dan lainnya yang akan menunjang kompetensi seorang pemimpin sehingga ia di-amanahi tugas dan dipercaya untuk memegang suatu jabatan karena kompetensinya itu. Dengan adanya hal-hal tersebut maka pemimpin dapat dipercaya oleh orang-orang karena memang memiliki kompetensi dan kemampuan memimpin.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI PANGGILAN memiliki pengertian bahwa menjadi pemimpin ialah pilihan hidup. Seseorang yang berupaya untuk membangun nilai-nilai kepemimpinan di dalam dirinya ialah mereka yang telah memilih untuk menjadi pemimpin. Mereka menjawab panggilan hati nuraninya bahwa tugas memimpin ialah fitrah yang ada dalam diri setiap orang. Namun begitu tidak setiap orang menjawab fitrah tersebut dan memenuhi panggilannya. Hanya pribadi-pribadi tertentu saja yang mau dan terpanggil untuk menjadi pemimpin.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI AKTUALISASI DIRI berkaitan juga dengan kepemimpinan sebagai panggilan. Aktualisasi diri ialah upaya memenuhi keinginan kita untuk mengimplementasikan bakat-bakat diri kita yang terpendam dan belum terasah. Setiap orang pasti memerlukan adanya aktualisasi diri untuk mendayagunakan bakat yang Tuhan anugerahkan dalam dirinya. Dengan demikian menjadi pemimpin sebagai bentuk aktualisasi diri sama halnya dengan memenuhi panggilannya sebagai pemimpin.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI IBADAH maksudnya ialah bahwa tugas kepemimpinan tidak lepas dari persoalan tanggung jawab dan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Seorang pemimpin bertanggung jawab atas dirinya dan orang lain yang dipimpinnya. Oleh karena itu kepemimpinan sangat berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Jika saja tugas it tidak dikaitkan dengan persoalan ibadah maka kepemimpinan hanya menjadi alat dan instrumen yang lebih digunakan untuk kepentingan pribadi saja ketimbang orang banyak.

PEMIMPIN SEBAGAI SENI berkaitan dengan pengetahuan mengenai kepemimpinan itu sendiri. Bagaimana cara-cara memimpin dan mengajak orang lain agar bersinergi, bagaimana mengelola perbedaan, mengelola konflik, membangkitkan harapan dan keyakinan untuk menghadapi hal-hal yang tidak mungkin, dan lain sebagainya adalah sebagian tugas-tugas pemimpin yang membutuhkan seni dalam memimpin. Oleh karena itu kepemimpinan adalah ilmu pengetahuan yang terus berkembang setiap saat.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI KEHORMATAN mengindikasikan bahwa seorang pemimpin harus memiliki jiwa ksatria, selalu berpihak pada kebenaran dan nurani, jujur, dan hal-hal luhur lainnya. Dengan begitu pemimpin ialah mereka yang memiliki integritas diri sebagai kehormatannya. Dalam kepemimpinan ada adagium yang menyatakan bahwa seorang pemimpin besar ialah mereka yang tidak perlu dipertanyakan lagi integritasnya.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI PELAYANAN merupakan salah satu bentuk dimensi kepemimpinan yang tertinggi. Pemimpin sebagai pelayan ialah bentuk universal dari tugas dan peran seorang pemimpin. Dimana pun dan kapan pun seorang pemimpin memang dituntut untuk melakukan tugas pelayanan atau melayani. Melayani disini bukan berarti sempit saja seperti membantu, menolong, dan mendengarkan pikiran orang banyak. Namun yang paling utama dari tugas melayani ini ialah bagaimana pemimpin bisa membimbing orang lain agar tercerahkan dan tergugah dirinya untuk mau meningkatkan kualitas kemanusiaannya dan kehidupannya. Inilah tugas pelayanan yang paling utama dari seorang pemimpin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s