senyum syukur

anyone can write


Leave a comment

Kiat-kiat Memotivasi Diri

Image

“Orang yang tidak memiliki motivasi ibarat mobil yang mogok. Di dorong sekuat apa pun, takkan mau bergerak”.

Jika ingin unggul dalam hidup maka motivasi diri adalah sesuatu yang Anda butuhkan.  Anda pun harus tahu bagaimana cara membangkitkannya. Sebab dalam keadaan bagaimana pun Anda harus dapat tetap bersemangat menjalani hidup ini kendati situasi yang Anda hadapi sedang tidak menguntungkan. Itulah satu-satunya cara agar Anda dapat melewati segala kesulitan yang ada dengan baik. Hanya mereka yang berkecil hati ketika berada dalam saat-saat sulit sajalah yang pasti akan kalah, bahkan sebelum pertempuran itu dimulai.

Pertanyaannya: Bagaimana cara kita memotivasi diri? Berikut adalah kiat-kiatnya.

  • Milikilah Alasan Hidup yang Kuat

Sesungguhnya manusia itu benar-benar rugi, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. Qs. Al-Ashr: 2-3.

Tak ada alasan mendasar yang paling dahsyat untuk membangkitkan motivasi diri selain dari apa alasan hidup Anda sendiri yang paling mendasar. Hal-hal seperti itu dapat menginspirasi Anda untuk tetap memberikan yang terbaik walau dalam keadaan sulit bagaimana pun. Itulah sesuatu yang membuat Anda mampu melakukan hal-hal mustahil menjadi mungkin.

  • Milikilah Impian yang Besar

Aku hanya tumbuh setinggi apa yang dapat kuraih, hanya pergi sejauh apa yang dapat kutempuh, hanya melihat sedalam apa yang dapat kupandang, dan hanya menjadi sesuatu seperti apa yang dapat kuimpikan. Karen Ravn.

Alasan hidup Anda adalah sumber motivasi yang paling kuat, namun begitu ia masih bersifat abstrak. Anda harus merumuskannya menjadi sebuah impian yang jelas. Bayangkan saja dir Anda kedepan, ingin seperti apa Anda kelak bersama orang-orang yang Anda kasihi suatu hari nanti.

Memiliki impian hidup itu penting sebab Anda tak akan termotivasi jika tak memiliki impian apa pun dari apa yang Anda kerjakan saat ini. Perhatikan orang-orang yang bermain bola basket. Apakah mereka akan tetap semangat untuk bermain jika tak ada keranjang basket sebagai titik targetnya? Tentu saja tidak! Mereka butuh tujuan, Anda pun demikian. Untuk itulah Anda perlu memiliki impian.

Tapi memiliki impian saja belumlah cukup. Impian Anda haruslah cukup besar agar ia mampu menginspirasi diri Anda sendiri. Impian itu haruslah realistis namun juga menantang. Dengan kata lain, impian tersebut harus dapat melebarkan kemampuan diri Anda melebihi kemampuan yang Anda miliki di zona nyaman Anda selama ini.

  • Teruslah Merasa Lapar

Menginginkan sesuatu belumlah cukup. Anda harus merasa lapar atasnya. Untuk itu motivasi Anda haruslah benar-benar menarik agar mampu mengatasi kesulitan yang senantiasa datang. Les Brown.

Agar benar-benar termotivasi, Anda harus benar-benar merasa lapar dan bukan sekedar ingin. Sekedar ingin saja takkan menolong Anda melewati masa-masa sulit disebabkan Anda tidak benar-benar ingin meraih impian Anda tersebut. Pada berbagai contoh, rasa lapar itulah yang membedakan antara mereka yang bekerja dengan sempurna dari mereka yang biasa-biasa saja.

Bagaimana Anda dapat merasakan lapar? Alasan mendasar dan impian Anda memainkan peran penting di sini. Jika Anda memiliki alasan hidup yang kuat serta impian untuk mewujudkannya, maka Anda harus memiliki rasa lapar tersebut dalam diri Anda. Dan seandainya Anda merasa kehilangan perasaan lapar itu maka yang harus Anda lakukan ialah menyambung kembali alasan dan impian tersebut di dalam diri Anda. Biarkan dua hal itu menginpirasikan Anda dan menghadirkan kembali rasa lapar tersebut.

  • Fokuslah Pada Diri Anda Sendiri

Saya tidak mencoba menari lebih baik dari orang lain. Saya hanya mencoba menari lebih baik dari diri saya sendiri. Mikhail Baryshnikof.

Membandingkan diri Anda dengan orang lain adalah cara paling efektif untuk menurunkan motivasi dan rasa percaya diri Anda. Walau pun Anda merasa antusias sejak awal, namun energi Anda akan langsung hilang begitu Anda mencoba membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Maka jangan biarkan hal itu terjadi. Anda punya fokus pada diri Anda sendiri sehingga membandingkan bagaimana orang lain bekerja adalah sesuatu yang tidak relevan. Membandingkan diri Anda dengan orang lain ibarat membandingkan kecepatan seorang perenang dengan seorang pelari namun dengan menggunakan perbandingan waktu yang sama. Keduanya jelas-jelas berbeda, lalu jika demikian untuk apa Anda membandingkan keduanya?

Yang harus disadari ialah bahwa satu-satunya saingan tersebut adalah diri Anda sendiri. Satu-satunya orang yang harus Anda kalahkan adalah diri Anda sendiri. Lalu sudahkah Anda menjadi yang terbaik?

  • Ambil Satu Langkah Lagi

Sukses bukanlah akhir, kegagalan bukanlah musibah. Semua itu hanyalah keberanian untuk meneruskan apa yang ada. Winston Churchill.

Ketika menemui banyak masalah di jalan adakalanya Anda cenderung ingin menyerah. Anda merasa bahwa semuanya begitu sulit untuk diteruskan. Anda mungkin pun berpikir jika impian Anda terlalu sulit untuk diraih. Namun sesungguhnya disinilah letak dimana Anda bisa melihat perbedaan antara seorang pecundang dengan seorang pemenang. Kendati kedua-duanya menghadapi kesulitan yang sama, ada satu hal yang membuat seorang pemenang itu berbeda: keberaniannya untuk terus melangkah.

Dalam situasi sulit, tetaplah fokus untuk mengambil satu langkah lagi ke depan. Jangan pikirkankan bagaimana caranya menyelesaikan perlombaan. Jangan pikirkan berapa banyak lagi hambatan yang menanti di depan. Tetaplah fokus untuk mengambil langkah selanjutnya.

  • Lupakanlah Masa Lalu

Selesaikan tugas setiap hari dan merasa tenteramlah. Anda telah melaksanakan apa yang mampu Anda laksanakan. Ralph Waldo Emerson.

Percaya atau tidak, salah satu penurun semangat terbesar adalah masa lalu Anda. Masa lalu dapat menyeret Anda jatuh sebelum Anda menyadarinya. Masa lalu dapat menjadi beban yang berat di pundak Anda.

Kabar baiknya adalah, Anda tak perlu membawa beban itu kemana-mana. Lepaskan saja dan tinggalkan. Anda mungkin melakukan kesalahan di masa lalu atau telah mengecewakan orang lain atas perbuatan Anda. Tapi semua itu sudah lewat di masa lalu dan tak ada lagi yang dapat Anda perbuat.

Saat ini adalah hari yang baru dan Anda memiliki kesempatan untuk memulai lagi. Tak peduli betapa buruknya masa lalu Anda dahulu, Anda masih memiliki masa depan yang cerah menanti. Jangan sampai beban dari masa lalu tersebut menghentikan langkah Anda untuk maju.

Jalani kiat-kiat ini dan semangatilah diri Anda selalu. Jangan menjadi orang yang biasa-biasa saja, biarkan motivasi diri membawa Anda menuju puncak.


Leave a comment

Belajar Ikhlas…

Di suatu siang pada saat jam istirahat, beberapa karyawan terlihat berkumpul di sebuah sudut ruangan kantor. Bukannya langsung menuju kantin untuk makan siang atau melakukan sholat zuhur, tetapi mereka lebih memilih untuk mengobrol santai sambil melepas penat setelah bekerja dari pagi.

Ditengah obrolan yang seru antar sesama karyawan, tiba-tiba dari arah ruang lain yang kebetulan difungsikan sebagai mushollah terdengarlah suara sang pimpinan karyawan mengucapkan takbir untuk memulai sholat zuhur. Sang pimpinan tersebut memang sholat lebih awal dari biasanya karena harus memenuhi janji dengan orang lain di luar kantor saat jam makan siang itu.

Mendengar sang boss telah memulai sholat, sontak beberapa orang karyawan dan anak buah lain yang tadinya masih mengobrol langsung berdiri dan langsung melangkah menuju kamar kecil untuk berwudhu dan mengikuti sholat jamaah di belakang sang pimpinan mereka. Kecuali hanya ada satu karyawan saja, yang tadinya ikut berdiri untuk berwudhu, namun kemudian membatalkan niatnya tersebut dan duduk kembali di kursinya. Beberapa lama kemudian ketika sholat jamaah itu hampir selesai barulah ia berdiri untuk berwudhu dan mengikuti jamaah di saat-saat terakhir.

Selesai sholat ia pun kemudian ditanya oleh karyawan lain yang kebetulan memperhatikan gelagatnya, “Mengapa kamu tidak lekas-lekas mengambil air wudhu dan langsung mengerjakan sholat bersama boss tadi?”

Dengan santai si karyawan tersebut menjawab: “Tadi saya juga sudah mau berwudhu untuk sholat. Tapi ketika berdiri barulah saya tersadar, saya takut kalau-kalau sholat saya bukan karena Allah tapi lebih karena ga’ enak sama si boss…”


2 Comments

Senyum Syukur

Pernahkah Anda cemberut ketika sedang merasa bahagia dan bersyukur? Atau pernahkah Anda mengucapkan terimakasih dengan muka masam kepada orang lain yang telah menolong Anda, apalagi cemberut? Tentu tidak pernah bukan? Itulah makna sederhana dari senyum syukur.

Orang yang bersyukur dan berterima kasih memang selayaknya selalu tersenyum. Alangkah aneh jika ternyata kita bersyukur tapi wajah kita tidak berseri-seri, bahagia, dan tersenyum. Itu sama halnya dengan kita tidak merasakan perasaan bersyukur. Atau barangkali kita memang merasa berterima kasih dan bersyukur, hanya saja kita tidak ikhlas untuk mengakuinya. Itu pun juga sama halnya dengan tidak bersyukur. Pendek kata, tidak ada perasaan syukur dan bahagia tanpa adanya senyum, minimal di dalam hati kita.

Jika memang demikian adanya maka bukankah setiap saat kita harusnya tersenyum. Sebab hampir setiap saat kita selalu merasakan rahmat dan kasih sayang Tuhan di dalam diri kita. Berapa banyak oksigen yang kita hirup. Berapa banyak cahaya matahari yang kita rasakan setiap hari. Bagaimana dengan nikmat penglihatan yang selalu saja menyertai langkah-langkah kita. Belum lagi pendengaran telinga sehingga kita mampu mendengar suara-suara di dunia ini. Dan banyak lagi nikmat Tuhan yang tidak dapat penulis sebutkan di sini. Teramat banyak hingga diluar jangkauan pengetahuan penulis sendiri.

Oleh karena itu senantiasalah tersenyum. Betapa pun kesulitan sedang menghampiri kita. Jika Anda merasakan susah dan kesempitan, maka ingatlah masa-masa indah yang pernah terjadi dalam hidup Anda. Syukurilah karena Anda pernah mengalami hal itu sehingga Anda memahami bahwa kesusahan dan kesulitan hanyalah sebuah roda kehidupan yang akan senantiasa berputar. Jika Anda gelisah karena takut akan masa depan, maka lihatlah masa lalu yang telah Anda lalui hingga saat ini. Bukankah di dalam rentang waktu tersebut terdapat pelajaran berharga tentang betapa Tuhan telah menjaga Anda selama ini, baik rizki dan keselamatan Anda.

Sayangilah keluarga Anda, terutama orang tua Anda. Didiklah pula mereka, terutama anak-anak Anda. Jalanilah kehidupan dengan penuh keyakinan, apa adanya, dan sebagaimana apa pun. Jangan biarkan masalah membebani pundak Anda. Ingatlah akan nikmat Tuhan senantiasa dan bersyukurlah. Jangan lupa pula untuk tersenyum. Senyum syukur.


Leave a comment

Beberapa Dimensi Kepemimpinan

Ada banyak dimensi yang melekat dalam sebuah kepemimpinan. Diantara dari banyak dimensi itu misal diantaranya ialah kepemimpinan sebagai rahmat, amanah, panggilan, aktualisasi, ibadah, seni, kehormatan, pelayanan, dan lain-lain. Untuk lebih memperkaya pandangan kita tentang masing-masing dimensi tersebut ada baiknya penulis mencoba menguraikannya selintas.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI RAHMAT mengindikasikan bahwa seorang pemimpin harus bisa memberi kemanfaatan buat orang-orang yang ada di sekitarnya. Rahmat adalah kosa kata yang populer kita dengar karena selalu tersanding dengan kata-kata rahmatan lil’alamin. Dengan demikian maka pemimpin haruslah bisa menjadi manfaat dan kebaikan buat orang-orang lain, terutama mereka yang dipimpinnya.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI AMANAH mengindikasikan bahwa tugas kepemimpinan ialah tugas yang membutuhkan adanya kejujuran dari diri seorang pemimpin. Namun amanah bukan hanya terdiri dari komponen kejujuran dan dapat dipercaya saja, melainkan juga termasuk komponen keterampilan, kemampuan, skill, dan lainnya yang akan menunjang kompetensi seorang pemimpin sehingga ia di-amanahi tugas dan dipercaya untuk memegang suatu jabatan karena kompetensinya itu. Dengan adanya hal-hal tersebut maka pemimpin dapat dipercaya oleh orang-orang karena memang memiliki kompetensi dan kemampuan memimpin.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI PANGGILAN memiliki pengertian bahwa menjadi pemimpin ialah pilihan hidup. Seseorang yang berupaya untuk membangun nilai-nilai kepemimpinan di dalam dirinya ialah mereka yang telah memilih untuk menjadi pemimpin. Mereka menjawab panggilan hati nuraninya bahwa tugas memimpin ialah fitrah yang ada dalam diri setiap orang. Namun begitu tidak setiap orang menjawab fitrah tersebut dan memenuhi panggilannya. Hanya pribadi-pribadi tertentu saja yang mau dan terpanggil untuk menjadi pemimpin.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI AKTUALISASI DIRI berkaitan juga dengan kepemimpinan sebagai panggilan. Aktualisasi diri ialah upaya memenuhi keinginan kita untuk mengimplementasikan bakat-bakat diri kita yang terpendam dan belum terasah. Setiap orang pasti memerlukan adanya aktualisasi diri untuk mendayagunakan bakat yang Tuhan anugerahkan dalam dirinya. Dengan demikian menjadi pemimpin sebagai bentuk aktualisasi diri sama halnya dengan memenuhi panggilannya sebagai pemimpin.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI IBADAH maksudnya ialah bahwa tugas kepemimpinan tidak lepas dari persoalan tanggung jawab dan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Seorang pemimpin bertanggung jawab atas dirinya dan orang lain yang dipimpinnya. Oleh karena itu kepemimpinan sangat berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Jika saja tugas it tidak dikaitkan dengan persoalan ibadah maka kepemimpinan hanya menjadi alat dan instrumen yang lebih digunakan untuk kepentingan pribadi saja ketimbang orang banyak.

PEMIMPIN SEBAGAI SENI berkaitan dengan pengetahuan mengenai kepemimpinan itu sendiri. Bagaimana cara-cara memimpin dan mengajak orang lain agar bersinergi, bagaimana mengelola perbedaan, mengelola konflik, membangkitkan harapan dan keyakinan untuk menghadapi hal-hal yang tidak mungkin, dan lain sebagainya adalah sebagian tugas-tugas pemimpin yang membutuhkan seni dalam memimpin. Oleh karena itu kepemimpinan adalah ilmu pengetahuan yang terus berkembang setiap saat.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI KEHORMATAN mengindikasikan bahwa seorang pemimpin harus memiliki jiwa ksatria, selalu berpihak pada kebenaran dan nurani, jujur, dan hal-hal luhur lainnya. Dengan begitu pemimpin ialah mereka yang memiliki integritas diri sebagai kehormatannya. Dalam kepemimpinan ada adagium yang menyatakan bahwa seorang pemimpin besar ialah mereka yang tidak perlu dipertanyakan lagi integritasnya.

KEPEMIMPINAN SEBAGAI PELAYANAN merupakan salah satu bentuk dimensi kepemimpinan yang tertinggi. Pemimpin sebagai pelayan ialah bentuk universal dari tugas dan peran seorang pemimpin. Dimana pun dan kapan pun seorang pemimpin memang dituntut untuk melakukan tugas pelayanan atau melayani. Melayani disini bukan berarti sempit saja seperti membantu, menolong, dan mendengarkan pikiran orang banyak. Namun yang paling utama dari tugas melayani ini ialah bagaimana pemimpin bisa membimbing orang lain agar tercerahkan dan tergugah dirinya untuk mau meningkatkan kualitas kemanusiaannya dan kehidupannya. Inilah tugas pelayanan yang paling utama dari seorang pemimpin.


1 Comment

Pikiran Sadar dan Bawah Sadar

Pikiran manusia terdiri atas dua aspek, pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Proses berpikir seperti yang kita kenal selama ini sebetulnya terjadi dalam pikiran sadar karena berproses secara logis dan linear. Selain itu pikiran sadar memiliki empat fungsi, yaitu:

  • Mengindentifikasi informasi yang masuk melalui panca indera.
  • Membandingkan informasi yang masuk dengan referensi yang ada di memori pikiran bawah sadar yang tertanam.
  • Menganalisis.
  • Memutuskan.

Sedangkan, pikiran bawah sadar memiliki ruang yang jauh lebih besar dari pikiran sadar sehingga mampu mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Walaupun kita berpikir secara rasional, tetapi juga harus diingat bahwa ada faktor lain yang memengaruhinya, yaitu pikiran bawah sadar yang kadang dapat mematahkan pikiran sadar yang bersifat rasional itu.

Meskipun pikiran sadar dan bawah sadar bekerja secara paralel, proses kesadaran dan proses berpikir serta respons yang diberikan masing-masing berbeda. Kedua pikiran ini saling memengaruhi. Biasanya proses dan aktifitas pikiran bawah sadar mendukung atau meneruskan kegiatan dan keinginan pikiran sadar. Namun pada kondisi tertentu, pikiran bawah sadar dapat bertindak sendiri terlepas dari pikiran sadar, mengungkapkan keinginannya dan melakukan tindakan yang tidak berhubungan dengan proses berpikir yang terjadi di pikiran sadar.

Selain itu pikiran bawah sadar adalah tempat penyimpanan memori segala sesuatu yang pernah di alami seseorang. Pengalaman positif maupun negatif, hal-hal yang menyenangkan atau yang membuat sedih, dan berbagai pengalaman traumatik tersimpan rapih di dalam pikiran bawah sadar manusia. Berbagai kepercayaan, aturan, dan nilai yang kita anut semuanya juga tersimpan di ruang bawah sadar manusia.

Pikiran bawah sadar juga berisi emosi yang mencerminkan perasaan atau reaksi pikiran bawah sadar terhadap situasi yang berhubungan dengan kepribadian individu. Artinya ketika manusia berpikir sebenarnya ia tidak hanya melibatkan nalarnya saja, tetapi juga perasaan hatinya.

Pikiran sadar merupakan alur berpikir manusia yang bersifat rasional, sedangkan elemen yang terdapat di dalam pikiran bawah sadar lebih mencerminkan alur berpikir yang sifatnya emosional, intuitif, mengandalkan kerja belahan otak kanan, dan tidak selalu bersifat rasional-linear, bahkan terkadang paradoks. Hal itu karena pikiran bawah sadar memiliki dan menyimpan hal-hal seperti berikut:

  • Kebiasaan yang sifatnya baik maupun buruk, serta refleks.
  • Emosi.
  • Memori jangka panjang.
  • Kepribadian.
  • Intuisi.
  • Kreativitas.
  • Persepsi.
  • Kepercayaan dan nilai-nilai.

Perasaan dan suasana hati lebih dapat diterima oleh pikiran bawah sadar manusia dibandingkan pikiran sadarnya yang rasional. Apalagi jika pikiran bawah sadar manusia mencakup sebagian besar dari seluruh ruang pikiran manusia  dibanding pikiran sadarnya. Sebagian besar tindakan seseorang secara dominan ditentukan oleh pikiran bawah sadarnya itu. Artinya, pikiran dan tindakan seseorang akan sangat ditentukan oleh kondisi dan suasana hatinya.

Jika hati kita bening maka ia akan memberi pengaruh positif bagi pikiran. Sebaliknya jika hati itu sedang gundah, gelisah, sedih, marah, dan lain sebagainya maka ia juga akan memberi pengaruh negatif bagi pikiran, baik pikiran sadar dan bawah sadarnya. Saat kita berpikir sebenarnya sedang terjadi suatu proses dialektika antara hati dan pikiran (selftalk). Proses dialektika tersebut ibarat orang yang sedang berbicara dengan dirinya sendiri dalam hatinya. Dalam sehari terjadi proses dialektis dan selftalk yang ribuan kali jumlahnya dalam diri seseorang.

Dalam proses dialektis antara akal pikiran dan hati terdapat berbagai pengaruh berupa faktor kepercayaan, aturan-aturan, nilai-nilai, keyakinan, paradigma, prinsip, kebijaksanaan, keberanian, moralitas, pendidikan, latar belakang kehidupan, prasangka, pengalaman, dan pertimbangan pragmatis.

Dari adanya kenyataan itu maka respon tanggapan seseorang terhadap pilihan-pilihan keputusannya akan bervariasi tergantung dari tantangan dan rangsangan yang ada (kondisi objektif) dan hasil proses seleksi internal diri seseorang (dialektika hati dan pikiran/ self-talk/ proses memilih/ seleksi) untuk memilih dan menanggapinya atau mengambil keputusan yang diwujudkan dengan tindakan.

Tanggapan dapat juga disebut sebagai pilihan yang dibuat dan diambil oleh seseorang dalam bentuk tindakan konkrit di dunia nyata. Tanggapan dalam bentuk tindakan menjadi batas terakhir yang memisahkan antara tindakan di satu sisi dari pikiran-hati di sisi lainnya. Jika tindakan berada dalam wilayah dunia nyata yang konkrit maka kegiatan berpikir dan merenung menandai wilayah dunia ide dan gagasan yang abstrak.